Warga Sukaresmi Protes Penggusuran Oleh PT  Bukit Jonggol Asri di area eks PTPN VIII Sukamakmur 

RAKYAT TODAY.ID _ BOGOR —  Suasana di Kampung Menteng Kulon, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, memanas pada Sabtu (4/3). Puluhan warga yang mayoritas petani penggarap menggelar aksi demonstrasi dengan mengadang alat berat (bulldozer) yang tengah meratakan lahan pertanian mereka. Lahan tersebut diklaim masuk dalam area eks PTPN VIII yang kini dikuasai oleh PT Bukit Jonggol Asri (PT BJA).
Warga merasa dikhianati lantaran tanaman yang mereka rawat selama puluhan tahun diratakan dengan tanah tanpa adanya solusi maupun mediasi sebelumnya.
Tuntutan Warga: Tolak Pengosongan Paksa 3×24 Jam
Perwakilan warga, Chahya Supena, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas surat perintah pengosongan lahan yang dinilai sangat mendadak. Warga diwajibkan mengosongkan area hanya dalam waktu 3×24 jam tanpa adanya dialog.
“Kami sangat keberatan. Kami sudah menggarap tanah ini selama puluhan tahun, bahkan ada yang sudah menetap selama 28 tahun. Kenapa tiba-tiba dipaksa keluar tanpa ada kemanusiaan?” ujar Chahya di lokasi aksi.
Kritik Terhadap Pemerintah Desa dan Kecamatan
Chahya juga menyoroti bungkamnya pihak Pemerintah Desa Sukaresmi dan pihak Kecamatan Sukamakmur. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada upaya dari kepala desa maupun camat untuk memanggil warga penggarap guna melakukan mediasi dengan pihak perusahaan.
“Ada apa dengan pemerintah desa dan kecamatan? Mengapa tidak ada komunikasi? Kami ingin duduk bersama, tapi kenyataannya eksekusi dilakukan begitu saja, bahkan sejak sebelum Lebaran,” tegasnya.
Minta Perlindungan Pj Bupati hingga Kang Dedi Mulyadi
Dalam aksinya, warga secara terbuka meminta perlindungan kepada Pj Bupati Bogor, Rudy Shamiruddin, dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara. Warga juga mengetuk hati tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk turun tangan.
Meski warga menyatakan mendukung penuh rencana pembentukan Kabupaten Bogor Timur, mereka meminta agar masyarakat kecil tidak dikorbankan dalam proses pembangunan tersebut.
“Tolong manusiakan kami. Lahan ini adalah sumber kehidupan kami. Kami sudah berkomunikasi dengan Ketua DPRD dan Komisi I, dalam waktu dekat kami akan melakukan audiensi besar ke Kantor Kabupaten Bogor,” tambah Chahya.
Dampak Meluas ke Desa Lain
Selain Desa Sukaresmi, dampak pembebasan lahan ini diduga akan meluas ke desa-desa tetangga, termasuk Desa Sukadamai. Selain kehilangan mata pencaharian, warga juga mengkhawatirkan akses air bersih yang terganggu akibat aktivitas perataan lahan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada aktivitas alat berat lanjutan sebelum ada keputusan resmi atau jalur mediasi yang adil bagi para petani penggarap.(tim)

admin

Media Rakyat Today lahir dari rahim seorang Jurnalis Televisi pinggiran kota depok provinsi jawabarat yang terpanggil untuk ikut berperan lewat UU Pers No.40 Tahun 1999 membaut media ini sebagai saluran aspirasi keadilan masyarakat guna meraih Indonesia maju dan juga ikut berperan membangun bangsa dengan menampilkan hasil-hasil karya anak bangsa dan negara dan juga kritik membangun baik di dalam dan di luar negeri termasuk menjaga keutuhan NKRI serta mengawal Negara Indonesia sebagai Negara Hukum dengan prinsif agar eguality before the law bisa terlaksana di Negara yang Kita Cintai Ini.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ https://olx69.jpn.com/ olx69