
Rakyat Today.Id _ Jakarta – Dinamika politik identitas dan budaya di tanah Papua masih berlangsung hingga hari ini. Kontestasi Pilkada dan pemekaran daerah sangat sarat dengan kepentingan politik, sehingga memicu konflik antara elite dengan elite, serta elite dengan masyarakat Papua. Dan hingga hari ini pro dan kontra masih nyaring terdengar terkait Rancangan Undang Undang Daerah Otonomi Baru (RUU DOB).
Rencananya, ada tiga Rancangan Undang-Undang (RUU) yang mengatur pemekaran DOB di Provinsi Papua. Yakni, RUU Provinsi Papua Tengah, RUU Provinsi Papua Selatan dan RUU Provinsi Pegunungan Papua. Sehubungan dengan hal tersebut, puluhan mahasiswa & pemuda yang tergabung dalam Konferensi Mahasiswa Papua melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Dalam Neger, Jakarta Pusat (Jum’at, 10/06/202).
Gelombang dukungan terkait DOB Papua sudah mengalir deras, namun nyatanya sampai berita ini diturunkan belum ada tanda tanda perkembangan dari RUU DOB tersebut, Moytuer Boymasa menyampaikan bahwa aksi unjuk rasa tersebut sebagai bentuk desakan nyata kepada pemerintah, bahwa Papua harus dimekarkan.
“kami selalu berbicara bagaimana Tanah Papua sepuluh, dua puluh atau bahkan 50 tahun ke depan, dan kami membayangkan Tanah Papua mampu tumbuh dan berkembang yang mana salah satunya adalah karena pemekaran yang kami yakin akan segera dilaksanakan. Maka kami hadir hari ini disini, menjadi sinyal bahwa kami teman teman mahasiswa, pemuda dan masyarakat mendukung penuh pengesahan DOB di Tanah Papua , tegasnya, Jum’at (10/6/2022).
Dalam kesempatan tersebut, 5 orang perwakilan massa aksi diterima langsung oleh Direktur penataan daerah dan otonomi daerah khusus Kementerian Dalam Negeri, dalam rangka mendengarkan dan menerima aspirasi serta tuntutan dari massa aksi yang tergabung dalam Konferensi Mahasiswa Papua. (Pra)




