
Rakyat Today. ID_ Tarutung Taput, Sumut – Bisukma, kini makin populer di Tapanuli Utara. Bisukma, adalah suatu geliat, atau gerakan yang melibatkan diri dalam proses pencerdasan masyarakat, terutama di lapisan akar rumput.
Seiring populernya Bisukma, nama Dr Ir Erikson Sianipar selaku pelopor gerakan itu, juga makin berkibar dan makin akrab dengan banyak kalangan atas, menengah, maupun masyarakat awam.
Bisukma, kata Erikson kepada awak media yang menemuinya baru2 ini, bermakna cerdas, mencerdaskan, pencerahan. Tapi kecerdasan emosional, spritual, mengerti orang lain, perduli, bertanggungjawab. Sedangkan kecerdasan spritual bermakna keimanan yang tinggi, tulus, mengedepankan moral yang terpuji.
Program Bisukma sejak awal meliputi pendidikan, pertanian, pariwisata namun tidak mengabaikan sektor lainnya.
Di bidang pendidikan, Bisukma perduli untuk membangun jiwa wirausaha profesional. Dan sejauh ini telah melatih sekitar 8 ribu warga Taput di berbagai kecamatan. Diharapkan nantinya pelatihan bisa membekali warga untuk tidak melulu mau jadi PNS, tapi bidang wirausaha juga sangat menjanjikan untuk menempa orang bisa hidup sejahtera. Kita juga tertarik membangun kapabilitas guru SMP misalnya, bagaimana supaya bisa memiliki skill.
Di jaman serba maju sekarang, skill sangat menentukan keberhasilan setiap orang,pertanian juga merupakan sektor utama yg perlu didorong dengan pembinaan2, mengingatTapanuli Utara adalah daerah pertanian. Kita dorong bagaimana merobah pola pikir petani kita jangan terus terpaku pada pola2 tradisional semata. Petani misalnya perlu memahami pengaruh cuaca dan PH tanah terhadap hasil pertanian. Demikian juga pengetahuan tentang marketing, market place.
Bisukma juga terpanggil untuk ikut meningkatkan pariwisata lebih maksimal, dengan menggali potensi2 alam tersembunyi yang belum digarap. Dengan motto BetaPature yang diusung Bisukma, diharapkan kesadaran masyarakat memperbaiki atau meningkatkan kualitas hidup bisa teruwjud.
Perbaikan diri sebagai awal menentukan perbaikan keluarga, dan seterusnya pada ruang lingkup sosial lebih luas. Harus ada konsep strategis, agar semua bidang itu bisa saling mendukung satu sama lain.
Disisi lain Erikson juga menjelaskan dari pengalamannya setelah menyelesaikan pendidikannya di SD, SMP dan SMA di Tarutung dan kuliah di USU ( Universitas Sumatra Utara) merantau ke Jakarta dan mendapatkan pekerjaan di TELKOM sampai saat ini, dan memegang jabatan penting di tubuh perusahaan ber plat merah ini.
Di ingatkan kembali bahwa program ini, yg sudah pernah beliau laksanakan pada tahun 2009 atau tiga belas tahun lalu adalah lanjutan tanggung jawab moral , yang masih belum selesai secara signifikan.
Inilah membuat dirinya harus menyelesaikan program ini mengingatkan akan kampung halaman tempat saya dilahirkan, di besarkan dan tempat nimba ilmu yang mengantarkan sampai ke Universitas Sumatera Utara , hingga memperoleh gelar doktor ( S3) pungkasnya. (Marudut Gabe/PP)



