
RAKYAT TODAY.ID _ DEPOK – Dua anak jasadnya sudah ditemukan terbujur kaku tidak bernyawa setelah mengambang dalam kubangan galian air proyek Tol Cinere Jagorawi (Cijago) daerah Limo di Jalan Istiqomah RT.006/02, Limo, Kota Depok, Minggu (1/1/2023) pagi.
Menurut Kapolsek Cinere Kompol Jun Nurhaidah Tampubolon mengatakan anggota piket SPKT menerima laporan dari warga melalui anggota Binmas setempat bahwa sekitar pukul 09.20 WIB telah ditemukan dua orang anak laki-laki bersamaan meninggal dunia dalam keadaan mengambang di dalam galian proyek tol yang penuh terisi air.
“Anggota piket Reskrim langsung lakukan olah TKP ke lokasi temuan mayat dua anak laki-laki yang tewas tenggelam dalam kubangan air galian proyek tol Cijago daerah Limo,” ujar Kapolsek Cinere Kompol Jun Nurhaida Tampubolon didampingi Kanit Reskrim Iptu Tulus kepada wartawan usai dikonfirmasi, Minggu (1/1/2023) siang.
Mantan Kapolsek Ciputat Tangerang Selatan ini menuturkan identitas para korban yakni FR (7) dan temannya AF (4) merupakan warga sekitar lokasi kejadian.
“Kedua korban ini teman bermain. Jenasah setelah ditemukan warga dibantu oleh masing-masing orang tua yang ikut dalam pencarian langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” ungkapnya.
Hasil penyelidikan keterangan saksi-saksi, lanjut Kompol Jun, dari orang tua masing-masing korban pada Sabtu (31/12/2022) sekitar pukul 17.30 WIB para korban meminta ijin ke orang tua untuk membeli kembang api untuk perayaan malam Tahun Baru 2023.
“Namun ditunggu sampai malam hari tidak pulang-pulang. Sehingga kedua orang tua masing-masing korban mengajak warga untuk membantu mencari ternyata pagi hari membuahkan hasil para korban sudah meninggal dunia keadaan mengambang dalam galian proyek tol,” pungkasnya.
Dalam kejadian ini, lanjut Kompol Jun, masing-masing kedua orang tua para korban telah mengiklaskan kematian korban.
“Sudah mengiklaskan anggap musibah dituangkan ke dalam surat pernyataan dan menolak untuk divisum,” tutupnya.
Sementara itu dalam kejadian ini, Kompol Jun Nurhaida menghimbau ke warga untuk mengawasi putra – putri untuk melarang tidak masuk atau bermain ke dalam proyek galian tol untuk keamanan. (Nov)



