
Rakyat Today. Tarutung Taput Sumut –
Harga pupuk dan pestisida melonjak drastis membuat sebagian petani pusing (rakyattoday.id Rabu 1/12), dibenarkan Kadis Pertanian Tapanuli Utara SEY Pasaribu yang ditemui jurnalis rakyattoday di kantornya, Kamis (2/12).
Pasaribu yang didampingi stafnya mengakui kenaikan harga pupuk tentu berdampak pada petani terutama petani yang fokus pada tanaman cabai.
” Harga produk tani memang selalu fluktuatif. Begitu juga untuk cabai. Tapi sebenarnya dengan harga cabai tahun ini, saya rasa belum membuat petani rugi besar kalau dibuat kalkulasi obyektif ongkos pengolahan sampai produksi. Hanya saja keuntungan yang didapat tak seperti waktu harga cabai melonjak seperti tahun-tahun sebelumnya, ” kata Pasaribu.
Tapi Pasaribu yang cukup lama berdinas di institusi pertanian, membenarkan dengan kondisi saat ini harga cabai kalau bisa jangan di bawah Rp 15.000 per kilo, agar bisa seimbang .
Di sisi lain, ia menyebut banyaknya petani saat ini mengalihkan lahan sawah untuk tanaman cabai, mungkin karena pengaruh harga yang bagus tahun lalu yang pernah mencapai harga Rp 70.000 – Rp 80.000 per kilo.
Pasaribu menunjuk komoditi lain seperti jagung harganya cukup bagus saat ini. Petani jagung boleh merasa lega karena harga pasaran jagung yang menggembirakan.
Sekitar harga pupuk yang melonjak saat ini berlaku secara nasional. Namun kenaikan itu tidak termasuk untuk pupuk bersubsidi.
Keterangan dari sumber lain menyebut, kenaikan harga pupuk merupakan imbas dari kebijakan negara Rusia dan Cina sebagai negara pemasok pupuk terbesar, yang menghentikan ekspor pupuknya ke beberapa negara agraris.
Pasaribu berharap petani di daerah ini tidak pesimis, tapi tetap semangat, karena harga cabai tahun depan bisa saja membaik seperti sering terjadi di tahun sebelumnya. ( nard )




