
RAKYAT TODAY ID _ JAKARTA – Dalam rangka Peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2022, dan guna memperkuat nilai-nilai luhur dari Pancasila melalui penguatan budaya yang terkandung dari dalam negeri ini khususnya dari suku bangso Batak membuat , paguyuban marga Panggabean yang tergabung dalam Pungguan Pomparan Ompu (Buyut) Sahalana (PPOS) yang berada di Jabodetabek melakukan musyawarah bersama antar ompu-ompu dengan merevisi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga guna penyesuaian pada jaman era digital saat ini sambil mengesahkan dan mengukuhkan susunan kepengurusan baru periode 2022-2025 pasca pelonggaran dampak Covid 19 ini.
Dalam Musyawarah Bersama antar Ompu-Ompu ini, Penasehat PPOS Jabodetabek DR. HP Panggabean yang mantan Hakim Agung dan menjadi Praktisi Hukum ini, mengatakan bahwa kepengurusan periode ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi generasi muda kaum milenial Panggabean yang diharapkan dapat berdampak pada penguatan tatanan nilai-nilai luhur budaya batak yang berlandaskan Pancasila di Indonesia, ditengah peradaban dunia yang berlandaskan gotong royong sebagai karakter suku-suku bangsa.
Selain itu diharapkan kepengurusan ini dijadikan sebagai momentum akan bangkitnya kepengurusan PPOS, karena tepat pada peringatan hari lahir Pancasila yang diharapkan dapat memahami nilai-nilai budaya dari leluhur ditengah peradaban bangsa saat ini,” pesan HP Panggabean pada musyawarah bersama pengurus PPOS di Jakarta, Rabu 1 Juni 2022.
Dia menegaskan kepengurusan PPOS yang di dominasi generasi ke 15 dan 16 dari keturunan Ompu Sahalana ini diminta untuk mampu mempertahankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari ditengah kemajuan teknologi yang tak terbendung ini.
“Membangun peradaban dunia dengan dilandasi nilai-nilai Pancasila tak meninggalkan identitas bangsa yang berjiwa gotong royong, bahu membahu agar tidak pudar terlebih adat dan istiadat Batak yang harus dipertahankan bagi generasi saat ini atau Milenial,” tutur mantan Hakim Agung tersebut.
Hal yang sama juga di lontarkan Merphin Panggabean selaku Penasehat PPOS bahwa dalam kepengurusan yang baru ini,tugas update data base Pomparan Ompu Sahalana yang tersebar di Aglomerasi Jabodetabek ini bahkan yang berserak hingga ke luar negeri bisa di data dan terpantau guna para generasi tersebut menjadi mengetahui sanak saudara satu Ompu dari keturunan Ompu Sahalana bisa saling kenal dan saling bahu membahu bantu membantu dalam terus melestarikan budaya leluhur sebagai salah satu kebanggan kekayaan anak bangsa.
Sementara Ketua PPOS Periode 2022-2025 .Parulian Panggabean yang praktisi jurnalis ini menambahkan ditengah arus globalisasi dan berkembangnya teknologi diharapkan budaya Batak tak pudar ditelan zaman. Sebab itu, PPOS Jabodetabek yang dibentuk pada 15 Januari 1978 oleh sesepuh Panggabean keturunan Ompu Sahalana untuk mempertahankan nilai-nilai budaya Batak dalam tatanan sosial budaya masyarakat.
Karenanya PPOS mencoba untuk tetap mempertahankan nilai-nilai budaya Batak yang berasal dari leluhur kami minimal dari keturunan Ompu Sahalana untuk dibagikan ke generasi milenial di tengah meningkatnya teknologi,” ungkap wartawan disalah satu media televisi nasional tersebut.
Dia mengakui ditengah globalisasi dan berkembangnya teknologi saat inilah dibentuk pola pikir yang lebih maju untuk memperkenalkan adat dan istiadat Batak agar tidak pudar.
“Jadi untuk mempertahankan nilai-nilai Pancasila ditengah peradaban dunia saat ini hal yang paling mendasar adalah gotong royong, memang ini bukan hal mudah, tapi inilah pekerjaan rumah bagi kami pengurus untuk bisa berbagi kepada generasi saat ini untuk memperkenalkan budaya leluhur kami, dari suku Batak,” cetusnya.
Hal sama juga disampaikan oleh Edison Panggabean selaku Ketua Koordinator Wilayah Tangerang, bersatu harus menghapus rasa dengki,iri agar nilai-nilai budaya dapat dipertahankan dengan saling bergandengan tangan dan bergotong royong serta maju bersama.
Sebagai mana diketahui PPOS Jabodetabek adalah paguyuban marga Panggabean Lumban Siagian dari keturunan Buyut (Ompu) Sahalana generasi ke tujuh. Saat ini generasi Ompu Sahalana telah tumbuh dan berkembang dari generasi ke 14 sampai 20. Setidaknya di perkirakan ada sekitar kurang lebih seribu Kepala Keluarga Keturunan Ompu Sahalana Panggabean yang berada di Jabodetabek.(Leo/Duma)




