Monumen “Sing-Sing So” Mengenang Seniman Batak S. DisSitompul

Foto : Bupati Taput Nikson Nababan saat menandatangani prasasti Monumen S. Dis disaksikan putri bungsu alm S. Dis

Rakyat Today. – Tarutung Taput,Sumut – Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan M. Si, menyambut baik pembangunan monumen untuk mengenang seniman besar/komposer Batak Siddik Sitompul yang lebih beken disebut S.Dis.
Hal itu dikatakan Nikson ketika menandatangani prasasti monumen yang diberi nama Monumen “Sing Sing So”, di pendopo rumah dinas bupati Sabtu ( 13/11). Dia memuji pihak keluarga yang berinisiatif membuat monumen tersebut sebagai bentuk membangun kenangan terhadap tokoh yang telah berjasa di bidangnya.
Sementara itu,Junita Sitompul, putri bungsu komponis S.Dis pada acara peletakan Prasasti Monumen Sing Sing So di Desa Pangurdotan, Sabtu (13/11/2021), menyampaikan terima kasih kepada Bupati Taput yang mengapresiasi pembuatan monumen mengenang ayahandanya itu.
Disebutkan,musik dan lagu daerah adalah suatu kreasi yang tercipta dari budaya di daerah dimana dia berasal. Semua itu tentunya tidak lepas dari seorang sosok di balik terciptanya musik/lagu tersebut.

Sidik Sitompul adalah sosok putra Desa Pangurdotan Sigompulon, Kecamatan Pahae Julu Kabupaten Tapanuli Utara,Sumut, terkenal pencipta lagu Batak,dan lagu perjuangan,seperti halnya almarhum Nahum Situmorang dan Tilhang Gultom. Almarhum S. Dis lahir 10 Desember 1904 telah mencipta banyak lagu Batak yang tidak lekang dari khazanah kesenian Batak.

S. Dis telah mencipta lagu yang populer hingga kini diantaranya, O Tano Batak, Butet, Sing Sing So, Na Sonang Do Hita nadua, Borhat Ma Dainang, Luat Pahae, Di Rondang Ni Bulan i,Molo Margitar Au Ito,Dung Ditonga Borngin, Anju Au, Leleng, Sengko-sengko, Mani Ganti Lungun, O Doli, Si Dua-dua, Porma Udan Didolok, Tu Dia Ma Au Lao, Loja Mandiori, Boasa Ia Dung Botari, Nunga Loja Au O Tuhan, dan lagu perjuangan versi Batak 10 Nopember, selain masih banyak lagi lagu ciptaan S.Dis lainnya.
Pada bulan Juli 1971, S. Dis telah menerima penghargaan Satyalencana Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dari Presiden Republik Indonesia kedua Soeharto atas jasanya mencipta lagu perjuangan. Sidik Sitompul meninggal dunia pada 14 Oktober 1974.

Junita Sitompul putri bungsu komponis S,Dis saat acara peletakan Prasasti Monumen Sing Sing So di Desa Pangurdotan, juga menyebut telah sepakat untuk memberi nama jalan desa itu menjadi Jln.S Dis Sitompul.

“Inilah makam Almarhum ayah saya S.Dis yang sudah kita pugar,dan pada hari ini kita meletakkan prasasti monumen dengan nama monumen Sing Sing So,” ujarnya.

Junita menegaskan, bagi para penyanyi dan pencipta lagu yang pernah mengklaim lagu ciptaan Alm S.Dis sebagai ciptaannya dan banyak pula yang menyebut NN lagu ciptaan S. Dis, ia harap untuk jujur dan jangan lagi mengklaimnya itu sebagai ciptaannya.
Karena pada bulan November 2020, saya sudah memateraikannya di live streaming dan mendaftarkannya di HaKI(Hak Atas Kekayaan Intelektual),” tegasnya.

Junita juga sangat berharap agar Kementerian Pariwisata,Dinas Pariwisata propinsi Sumatera utara dan Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Utara membangun monumen S.Dis Sitompul di Danau Toba, tepatnya di Muara, menjadi salah satu ikon wisata daerah ini. ( nard)

admin

Media Rakyat Today lahir dari rahim seorang Jurnalis Televisi pinggiran kota depok provinsi jawabarat yang terpanggil untuk ikut berperan lewat UU Pers No.40 Tahun 1999 membaut media ini sebagai saluran aspirasi keadilan masyarakat guna meraih Indonesia maju dan juga ikut berperan membangun bangsa dengan menampilkan hasil-hasil karya anak bangsa dan negara dan juga kritik membangun baik di dalam dan di luar negeri termasuk menjaga keutuhan NKRI serta mengawal Negara Indonesia sebagai Negara Hukum dengan prinsif agar eguality before the law bisa terlaksana di Negara yang Kita Cintai Ini.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ https://olx69.jpn.com/ olx69