
RAKYAT TODAY.ID _ BOGOR TIMUR – Seorang pekerja bangunan tewas akibat tertimpa reruntuhan Tembok Penahan Tanah (TPT) saat melakukan penggalian pondasi bangunan toko di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, jumat (17/10) sore. Berbeda dengan informasi awal yang menyebutkan adanya longsor, pihak kecamatan memastikan insiden tersebut murni disebabkan oleh kelalaian dalam proses pengerjaan.
Plt Camat Sukamakmur, Gogo, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekan lainnya sedang menggali pondasi jenis “cakar ayam” untuk keperluan perluasan bangunan toko milik warga bernama Haji Yudi.
“Yang terjadi bukan longsor. Korban tertimpa reruntuhan TPT lama yang berada di atas lokasi penggalian. Saat tanah di bawahnya digali, struktur lama yang sudah menggantung tersebut roboh dan menimpa salah satu pekerja,” kata Gogo melalui pesan whatsappnya.
Korban yang meninggal adalah seorang pria berusia sekitar 25 tahun, warga lokal dari Desa Sumber Salada. Sementara dua rekannya, masing-masing bernama Pemujib dan Hadir, berhasil selamat. Satu di antaranya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Sukamakmur. “Alhamdulillah, hasil rontgennya aman,” kata Hadir, salah satu rekan korban, saat ditemui di lokasi.
Menurut Hadir, proses evakuasi dilakukan secara manual oleh warga sekitar yang lebih dulu datang ke lokasi. “Gak ada dari BPBD atau pemerintah pas kejadian, cuma warga, RT, RW yang langsung bantu. Dicangkulin bareng-bareng,” ujarnya.
Peristiwa ini sempat membingungkan publik setelah beredar video yang menyebut terjadi longsor di lokasi. Namun, Camat Gogo menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. “Saya kaget lihat video yang bilang longsor. Saya langsung ke lokasi dan pastikan itu bukan longsor, tapi reruntuhan TPT lama. Ini penting agar tidak terjadi kesalahan informasi,” tegasnya.
Gogo menyebut pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada Satpol PP karena terkait aspek keamanan bangunan. “Kalau bencana longsor, kami laporkan ke BPBD. Tapi ini insiden bangunan, jadi kami lapor ke bupati melalui Satpol PP,” jelasnya.
Bangunan yang sedang dikerjakan merupakan toko yang belum difungsikan dan tengah dalam tahap pelebaran. Gogo menambahkan, kejadian ini mestinya menjadi perhatian semua pihak, terutama dalam aspek keselamatan kerja. “Seharusnya pekerja memperhatikan kondisi sekitar, terutama struktur lama seperti TPT yang bisa berbahaya kalau terganggu,” ujarnya.
Jenazah korban telah dimakamkan pada malam hari setelah kejadian. Sementara pemilik bangunan disebut telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut.(IP)




