
RAKYAT TODAY.ID _ DEPOK – Penerimaan siswa baru untuk tingkat SD dan SMP sekota Depok tahun ajaran 2023 – 2024 secara keseluruhan berlangsung dengan baik ujar Dinas Pendidikan Kota Depok.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok Sutarno kepada rakyat today Senin (24/7) diruang kerjanya mengatakan bahwa secara keseluruhan peneriman siswa baru baik dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah tingkat pertama (SMP) tahun ajaran 2023-2024 telah berlangsung dengan baik dan lancar tanpa ekses.
Sementara saat di tanya adanya manipulasi KK dalam sistem Zonasi di Bogor yang di sidak Walikotanya Aria Bima dan menemukan banyak data tidak valid alias tidak sah, menurut Sutarno selaku Sekdis Pendidikan Kota Depok mengatakan tidak ada yang terjadi seperti itu di Kota Depok tegasnya, karena dari awal kita tegaskan para panitia PPDB agar cek and ricek data yang faktual sehingga tidak ada kasus seperti itu di kota Depok dan semuan PPDB berjalan sesuai dengan regulasi yang ada dan saya melihat semua lancar katanya.
Namun tentu tidak ada yang sempurna ujarnya untuk itu melallu kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih kepada para kepala.sekolah SD dan SMP se Kota Depok yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga PPDB di Kota Depok Aman tertib dan lancar pungkasnya.
Sementara itu Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Kota Depok Bahrudin mengatakan hal yang sama dimana dari pantauanya di lapangan semua penerimaan siswa baru berjalan dengan aman dan tertib serta lancar dan dari data yang kami dapatkan bahwa jumlah penerima siswa baru untuk tingkat SMP tahun ajaran 2023-2024 meningkat hampir lima ribu siswa dimana tahun sebelumnya tahun ajaran 2021-2022 jumlah lulusan SD yang mau ke SMP 25.000 siswa dan tahun ajaran 2023-2024 tahun ini lulusan SD yang mau ke SMP sebanyak 34.1034 siswa,berarti ada selisih 5000 lebih siswa dan semuanya tertampung di 34 sekolah SMP negeri di kota Depok yang walaupun keberadaan SMP meg di setiap kecamatan di kota Depok belum merata dan telah di usulkan Agar tahun depan SMP bisa nambah lagi di daerah Kecamatan yang jauh jangkauan anak-anak untuk sekolah pungkasnya.(Novo/Duma)



