
Rakyat Today Id _ Merauke Papua – Kesulitan mendapatkan solar tengah menjadi keluhan sebagian masyarakat Merauke, bahkan ratusan nelayan yang tidak dapat melaut, lantaran ketiadaan BBM solar bersubsidi.
Sebagian nelayan kini hanya bisa menyandarkan kapal di pelabuhan Perikanan Merauke maupun di lampu satu lantaran sudah dua bulan sulit mendapat BBM.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) adalah stasiun bahan bakar yang khusus menjual solar bagi nelayan. SPBN terletak di daerah yang dekat dengan sentra aktivitas nelayan dan nelayan di wajibkan mendapat surat rekomendari dari instnasi terkait baru akan di layani di SPBN.
Abdulah salah satu nelayan mengatakan sejak dua bulan terakhir ini sulit mendapatkan BBM mulai dari mengurus surat rekomondasi untuk mendapatkan BBM dari instansi terkait di persulit.
Abdulah mengaku sebelumnya mereka bisa mendapatkan 3 sampai 4 ton untuk berlayar itupaun yang di pakai BBM subsidi Biosolar seharga Rp.5.150 namun sejak dua bulan terakhir ini nelayan kesulitan mendapat rekomendasi bahkan kuota BBM di kurangi menjadi 1,2 ton yang di pake untuk sebulan lebih.
“ Sejak dua bulan kita susah dapat solar mulai dari urus surat rekomendasi dari dinas sampai pengurangan koota dari SPBN “ ujarnya kepada wartwan, Selasa (28/6/2022).
Menurut Abdul, sebagian nelayan juga akhirnya nekat membeli BBM Industri / non subsidi Dexlite seharga Rp.12.750. Karena kalau tidak mendaoat solar maka tidak berlayar jadi terpaksa membeli yang non subsidi agar dapat berlayar.
Selain itu juga salah satu nelayan yang enggan di sebutkan namanya mengaku untuk mendapatkan BBM nelayan juga sering memberikan upeti atau tambahan uang ke oprator. Misalnya Biosolar yang di beli seharga Rp.5.150 menjadi Rp.6.500 bahkan kuotanya bisa di tambah yang seharusnya 1,2 ton bisa mendapat sampai 5 ton.
Para nelayan meminta agar ada perhatian khusus dari pemerintan daerah dalam hal instansi terkait yang memberikan rekomendasi untuk penyaluran BBM bagi nelayan. Kesulitan BBM bagi para nelayan juga di duga ada keterlibatan pengetab BBM yang mengambil kuoat BBM nelayan. ( AR )




