
Rakyat Today.Id._ Merauke Papua – Seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Johanes Inggiri di Kabupaten Merauke merasa kekecewa karena hak-haknya yang belum juga diterima sejak tahun 2017 hingga saat ini. Iya mengabdi sejak tahun 1946 hingga pesiun di umur 58 tak di hargai sedikitpun. Tak hanya gaji pesiun, taspen maupun tunjangan lainya tidak di terima sama sekali.
“ Sudah lima tahun saya pensiun tapi apa yang saya dapatkan, hanya merasa kekecewaan karena hak saya tidak pernah saya terima “ ujar Johanes Inggiri kepada wartawan, Selasa (21/6/2022).
Menurutnya sejak tahun 2017 lalu, atau mengandi selama 43 tahun banyak hak yang seharusnya namun tidak di terimanya.
Ia menyebut mengenai hak-haknya itu sudah beberapa kali diurus dengan mendatangi instansi terkait, baik itu di Mappi maupun Merauke. Hanya saja, tidak ada hasil yang memuaskan.
“‘ Saya sudah pernah urus ke Mappi tapi di lemparkan ke Merauke dan sekarang di Merauke di lempar ke Mappi” tandasnya.
Johanes sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah agar apa yang menjadi haknya bisa diterima. Sebab, ia sangat membutuhkannya. Dari pegawai Pemda Merauke juga sudah dua kali datang ke kediamannya untuk meminta data. Maka ia sangat mengharapkan kehadiran pegawai itu bisa merealisasikan apa yang menjadi harapannya.
“Saya minta pemerintah bisa membantu menyelesaikan hak-hak saya. Kita masyarakat kecil, tolong dilihat,” katanya penuh harap.
Di jelaskan, terakhir ia menerima gaji terakhirnya di bulan Januari 2018 lalu, sekitar Rp 2,8 juta lebih. Setelah itu hingga saat ini, tidak ada lagi. Semestinya, selalu pensiunan PNS, dia harus menerima tunjangan pensiun. Ia terakhir mengabdi di SD YPPK Sota, sebagai penjaga sekolah. Sebelumnya ia bertugas di Bade, Kabupaten Mappi. Ia sendiri pensisun di usia 58 tahun.
“ Umur saya sudah 63 tapi saya tidak punya apa- apa. Untuk makan saja saya mengharapkan belas kasihan tetangga, jadi saya minta Bupati tolong perhatikan nasib saya “ tegasnya. (AR )




