
Rakyat Today _ Tarutung Taput, Sumut- Pajak tradisional Tarutung Taput, Sumut atau kerap di sebut, dalam bahasa batak,ONAN Sabtu , sudah saatnya berbenah diri seperti saat bulan Desember tahun 2021 ini.
Pasalnya , dari pantauan awak media rakyat today, bahwa pajak tersebut terkesan kumuh dan semrawut bahkan tidak tertata rapi dimana setiap lingkaran jalan yang mengitari belairung tanpakk sampah masih berserakan di jalan tersebut di tambah parkiran kenderaan roda dua dan beton tidak teratur sehingga membuat rakyat yang berbelanja di onan tersebut sering kewalahan dan merepotkan.
Selain itu juga beberapa kubangan air terlihat menggenangi jalan – jalan utuma di seputaran onan tarutung tersebut.
Ketika awak media online rakyat today, melalukan konfirmasi terkait kesemrawutan tersebut kepada kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pajak yang di kepalai Julia Sinaga , malah Kepala ini tidak berada di kantornya yang ruanganya juga berada di Pasar itu, dan menurut pengakuan salah satu stafnya mengatakan kalau Julia Sinaga sedang menuju Siantar, membesuk keluaga yang sedang sakit.
Guna memastikan kepala UPT ini sedang si Siantar,membuat awak media online ini pun menghubunginya dengan telepon seluler. Ternyata benar bahwa kepala UPT Pajak tersebut, sudah sedang menuju kota Siantar, dan memesankan kepada awak media ini besok bersedia dikomfirmasi .
Di tempat terpisah awak media lanjut menghubungi kadis dinas perindustrian dan perdagangan Gibson Siregar diruang kerjanya yang bersebelahan dengan kantor UPT pasar tradisional Tarutung.
Diawal bincang, Gibson Siregar mengakui, bahwa dirinya tidak begitu mengetahui tentang kesemrawutan pajak tersebut yang mana dipertanyakan kepada nya.”
Karena katanya, bahwa masalah apa yang anda tanyakan kepada saya ,saya tidak terlalu mengetahui hal itu. Coba komfirmasi kepada ibu Julia Sinaga ( UPT.red) ibu itu yang lebih mengetahuinya seperti anda tanyakan pada saya ,” Katanya pada awak media.
Lebih lanjut awak media ini, menanyakan kepada kadis tersebut tentang PAD (pajak pendapatan daerah ) dari dinasnya ia mengakui, bahwah pajak yang mereka peroleh dari pedagang naungan dinasnya mencapai satu miliar rupiah pertahun.
Disinggung dari pajak tradisional mana yang termasuk pemberi PAD tersebut ? Gibson sedikit berkelit dan tidak dapat menjelaskan secara rinci.
Terpisah salah seorang masyarakat yang sedang berbelanja di pajak tersebut, sangat menyayangkan pihak pengangkut sampah dan pihak pasar yang tidak getol membenahi pedagang agar lebih menjaga kebersihan lingkungan di sekitar pajak tersebut
” Sedikitnya pihak pasar harus berbenah diri mengingat natal dan tahun baru 2020, sudah dekat.
Bagaimana kalau begini terus pajak ini ,apa nanti pendatang dari luar kota ingin berbelanja apa tidak mengurangi wibawah pajak kita ini nantinya,” jelasnya mengharap agar dinas terkait dapat berbenah diri.(Marudut Gabe)




